
JAKARTA,LM.com- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan keras sekaligus berani terkait rapor ekonomi nasional. Sang Bendahara Negara menegaskan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen hingga akhir 2026 adalah harga mati. Jika meleset, ia menyatakan siap mempertanggungjawabkannya di hadapan publik, bahkan jika harus meletakkan jabatannya.
Pernyataan ‘pasang badan’ tersebut disampaikan Purbaya saat memimpin pelantikan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026) kemarin dilansir dari inilah.com
“Waktu kita tidak banyak, Pak Robert. Saya sudah berjanji kepada masyarakat bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini harus mendekati 6 persen. Kalau akhir tahun target itu tidak tercapai, saya yang akan dimarahi masyarakat. Mungkin saya disuruh mundur,” ujar Purbaya dengan nada serius, namun tetap lugas.
Kelakar ‘Pecat’ Anak Buah Sebelum Mundur
Di sela-sela arahannya, Purbaya sempat melontarkan kelakar tajam khas dirinya. Ia berseloroh bahwa sebelum dirinya benar-benar mundur dari kursi Menteri Keuangan, ia akan terlebih dahulu mengevaluasi habis-habisan jajaran di bawahnya
Secara spesifik, ia menyebut nama Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, serta Sekjen yang baru dilantik, Robert Leonard Marbun.
“Tapi sebelum saya mundur, saya akan pecat Febrio dulu, lalu Bapak (Robert) juga, baru saya yang terakhir. Intinya, tantangan kita berat dan waktu kita sangat sempit. Kita harus merapikan organisasi agar dampaknya ke perekonomian semakin signifikan,” tuturnya yang disambut senyum para pejabat yang hadir
Jangan Bikin Rumit : Berani dan Konsisten
Purbaya menekankan pentingnya soliditas tim internal Kemenkeu. Baginya, perbedaan pendapat dalam ruang rapat adalah bumbu yang menyehatkan organisasi demi melahirkan keputusan terbaik. Namun, begitu keputusan diambil, seluruh jajaran wajib berlari dalam satu irama yang sama.
“Kalau di ruang rapat, jangan sama pandangannya. Beda-beda saja biar diskusi ramai. Tapi setelah diputuskan, kita jalankan bareng-bareng. Kerja itu sebenarnya tidak rumit, seringkali kita sendiri yang membuatnya rumit,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tidak antikritik dan berani memperbaiki kebijakan jika ditemukan kekeliruan di tengah jalan. Menurut Purbaya, kunci keberhasilan ekonomi nasional terletak pada keberanian dan konsistensi eksekusi di lapangan.
“Kerjakan, selesaikan. Kalau ada yang tidak benar, perbaiki segera. Kita harus berani dan konsisten. Jika kita konsisten, hasilnya pasti akan kelihatan,” pungkas Purbaya (Red)