Sidak Bupati Dinilai Pengalihan Isu, Kejati Malut Diminta Periksa Dirut RSUD Jailolo Soal Biaya Obat Rp4,6 Milyar

Sahrir Jasmin

JAILOLO,LM.com- Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Halmahera Barat, James Uang di RSUD Jailolo. Ia menilai sidak tersebut bukan solusi, melainkan upaya pengalihan isu dari persoalan serius terkait pengelolaan anggaran rumah sakit.

Sahrir menegaskan bahwa persoalan utama yang harus dibuka ke publik adalah transparansi anggaran, bukan sekadar kunjungan seremonial. “Data sudah jelas. Total belanja BLUD mencapai Rp19,3 miliar, dan belanja obat sekitar Rp4,6 miliar. Tapi kenapa masih terjadi kelangkaan obat? Ini yang harus dijawab secara terbuka,” tegasnya

Lebih lanjut, ia menyoroti besarnya pendapatan RSUD Jailolo yang mencapai lebih dari Rp22 miliar, termasuk dari BPJS. Menurutnya, angka tersebut seharusnya cukup untuk menjamin pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

“Kalau uang masuk besar, tapi pelayanan masih bermasalah, maka ada yang tidak beres dalam pengelolaannya. Ini tidak bisa ditutup-tutupi dengan inspeksi mendadak (sidak),” ujarnya

Atas dasar itu, Sahrir secara tegas mendesak aparat penegak hukm yakni Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Sufari memanggil dan memeriksa Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel dan diminta agar anggaran belanja obat dan pengelolaan dana BLUD di selidiki secara keseluruhan. 

“Kami minta Kejati Maluku Utara, segera panggil dan memeriksa Dirut RSUD, dr. Novimaryana Drakel. Ini penting untuk memastikan apakah anggaran digunakan sesuai peruntukan atau ada indikasi penyimpangan,” tegas Sahrir

Ia juga menilai bahwa jika tidak ada langkah tegas dari aparat penegak hukum, maka kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di Halmahera Barat akan semakin menurun.

“Jangan sampai rakyat terus jadi korban. Ini soal hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kalau ada indikasi penyimpangan, harus diusut sampai tuntas,” tambahnya.

Pihaknya kata Sahrir akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum. “Kami tidak akan diam. Ini bukan sekadar kritik, tapi bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan uang rakyat tidak disalahgunakan,” pungkasnya (Red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!