
HALTENG,LM.com- Komitmen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) dalam mendukung akses pendidikan melalui penyediaan bus sekolah kini menjadi sorotan publik. Di tengah publikasi perusahaan mengenai bantuan transportasi bagi pelajar di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, muncul keluhan dari SMP Negeri 13 Halmahera Tengah yang menyebut belum memperoleh realisasi bantuan meski proposal telah diajukan berulang kali.
Pihak sekolah dan masyarakat mempertanyakan pemerataan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama bagi sekolah yang berada di sekitar kawasan industri.
Menurut informasi yang disampaikan kepada newsliputanmalut.com proposal permohonan bantuan bus sekolah telah diajukan secara bertahap sejak tahun lalu melalui jalur yang disebut sesuai prosedur. Namun hingga kini, bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi.
Padahal, siswa-siswi SMP Negeri 13 Halmahera Tengah di Desa Woekob, khususnya yang berasal dari wilayah Lukolamo, disebut masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju sekolah. Selain persoalan akses transportasi, masyarakat juga menyoroti kondisi jalan yang rusak serta dampak debu dari aktivitas lalu lintas kendaraan industri.
Di sisi lain, PT IWIP sebelumnya menyatakan bahwa penyediaan bus sekolah merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan mudah.
Perbedaan antara narasi perusahan dan kondisi yang dikeluhkan masyarakat inilah yang memunculkan pertanyaan publik mengenai pemerataan program CSR.
Warga berharap perusahaan tidak hanya menyampaikan komitmen melalui publikasi, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar menjangkau sekolah-sekolah yang berada paling dekat dengan kawasan operasional perusahaan.
“Kalau pendidikan adalah prioritas, maka sekolah yang setiap hari berada di sekitar aktivitas industri juga layak menjadi perhatian utama,” ujar salah seorang warga.
Warga juga meminta agar PT IWIP dan PT WBN melakukan evaluasi terhadap distribusi program CSR di sektor pendidikan sehingga tidak menimbulkan kesan adanya ketimpangan dalam penyaluran bantuan.
Tagar #SaveSMP13Halteng mulai disuarakan sebagai bentuk harapan agar kebutuhan transportasi pelajar segera mendapat perhatian. Selain bus sekolah, warga juga meminta adanya perbaikan akses jalan atau penyediaan akomodasi yang memadai demi keselamatan dan kenyamanan para siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, Wartawan media ini masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap management PT IWIP dan PT. WBN atas keluhan terkait belum terealisasinya permohonan bantuan bus sekolah untuk SMP Negeri 13 Halmahera Tengah. Redaksi Media ini membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak perusahan sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (Ikhy)