Kasubdit Tipidter Polda Malut : Tidak Ada Intimidasi dan Ucapan Kasar dari Polisi kepada Wartawan di Obi Halmahera Selatan

Kantor Polda Maluku Utara

SOFIFI,LM.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Untuk Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) IV Polda Maluku Utara menyampaikan tanggapan klarifikasi terkait dugaan pencemaran nama baik wartawan dengan sebutan “homo” saat melakukan peliputan di Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis, (6/8/2026), yang beredar saat ini di media online.  

Hal tersebut berkaitan dengan kondisi yang terjadi di lapangan pada saat sejumlah wartawan sedang melakukan peliputan penebangan dan pengolahan kayu secara ilegal di Obi, Halmahera Selatan. 

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus, sekaligus Ketua Tim Gabungan Ditreskrimsus Tipidter dan Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Kompol. Reinaldo Talo Bulo, S.H., S.I.K., M.H, telah memberikan keterangan terkait kejadian beberapa hari lalu pada saat pihaknya sedang melaksanakan kegiatan rapat konsolidasi dan koordinasi guna mempersiapkan langkah-langkah untuk melaksanakan tugas pendataan dan penertiban kegiatan pertambangan ilegal yang terjadi di Halmahera Selatan. 

Reinaldo menjelaskan bahwa dalam rapat yang sedang berlangsung tersebut, kemudian ada seseorang yang belum diketahui identitasnya mengambil foto Tim Gabungan yang berada tepat di depan penginapan. Tim kemudian mendatangi orang tersebut dan bertanya mengapa mengambil foto tanpa sepengetahuan dan tanpa permisi terlebih dahulu. Tim kemudian meminta dengan baik agar foto tersebut dihapus. 

“Dugaan orang yang mengambil foto tersebut langsung menghapus fotonya sendiri tanpa ada paksaan, kekerasan, ataupun intimidasi dari tim,” ujar Reinaldo, selaku Ketua Tim Gabungan, kepada awak media newsliputanmalut.com melalui telepon whatsApp, Minggu, (9/8/2026).

Tak hanya itu, Reinaldo juga menjelaskan bahwa pada saat kejadian itu suasana berlangsung cair, penuh canda dan tawa tanpa adanya ketegangan. 

Berselang beberapa menit kemudian, orang yang diduga melakukan pengambilan foto tersebut meminta untuk berbicara empat mata dengannya. Namun ia selaku Ketua Tim langsung mempertanyakan kepada orang tersebut terkait maksud dan tujuan, serta meminta dengan baik agar membicarakan maksud dan tujuannya langsung di hadapan semua anggota tim. 

“Ya, berbicara di hadapan semua anggota tim agar semua anggota tim dapat mengetahui secara langsung apa maksud dan tujuannya yang akan disampaikan,” tegas Reinaldo.

Kendati demikian, orang yang belum diketahui identitasnya itu tetap meminta agar bisa berbincang empat mata dengannya, namun ia menolak ajakan tersebut. 

Orang tersebut tetap bersikeras mengajak untuk berbicara empat mata. Sehingga ia pun mengeluarkan kalimat yang tidak bermaksud menuduh apa pun kepada orang tersebut. 

“Kenapa harus empat mata, mari kita bicarakan di sini saja bersama semua anggota, agar lebih transparan. Pernyataan itu tidak ada maksud lain dan suasana pun menjadi cair. Diskusi juga berlangsung tanpa adanya ketegangan maupun ketersinggungan,” tambahnya

Bahkan anggota tim sempat mempertanyakan kepada 2 orang yang belum diketahui identitasnya itu terkait identitasnya. 

“Ada anggota tim yang meminta yang bersangkutan agar menunjukkan identitasnya. Namun yang bersangkutan belum dapat menunjukkan identitasnya pada saat itu,” tutup Reinaldo (opan)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *