Restorative Justice “Malapetaka” Bagi Keluarga Korban Terbakarnya Sped Boat Bela 72

Sped Boat Bela 72 Terbakar

TERNATE,LM.com- Kasus terbakarnya speed boat Bela72 yang terjadi di Pelabuhan Regional Bobong, Pulau Taliabu, 12 Oktober 2024 lalu kembali menjadi perhatian publik. Sebab, setelah berkas hukum dan tersangka Rahmat dilimpahkan atau di P21 oleh Kepolisian Daerah Maluku Utara ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, tetapi secara diam-diam Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara melakukan mediasi dengan keluarga korban dengan cara Resorative Justice tanpa syarat.

RJ tanpa syarat itu ternyata menjadi bom waktu dan buktinya, belakangan ini satu persatu keluarga korban Bela72 pun muncul dipermukaan publik dengan mengungkap fakta bahwa kasus itu ternyata belum juga selesai. 

Setelah Seni Saleh, istri mendiang Hamdani dan dua orang korban yang menyayangkan sikap cuek Sherly atas janji manisnya, kini salah satu keluarga korban yang tidak mau namanya dipublis ikut melontarkan kekesalannya atas janji manis Sherly yang tak kunjung direalisasi.

Melalui pesan whatsApp, Perempuan tiga anak yang enggan nama dan fotonya dicantumkan, menuturkan kekesalannya kepada Sherly Tjoanda. Semula mereka diam, tak mempersoalkan, karena berharap ada jaminan hidup, seperti fasilitas modal usaha, biaya pendidikan, pekerjaan dan bangunan rumah yang dijanjikan sendiri oleh Gubernur Maluku Utara kepada korban dan keluarga ahli waris bakal direalisasi. 

Sayangnya sudah hampir dua tahun ini, RJ yang menjadi permintaan Kejaksaan telah ditandatangani, komitmen moral dan material yang dilafaskan oleh Sherly ternyata tidak direalisasi hingga saat ini. 

“Iya, selain pegawai, saya dan suami ada usaha kecil-kecilan. Jadi, biar gaji saya dan suami saya sudah dikreditkan, hidup sehari-hari tidak kekurangan, termasuk biaya sekolah anak. Tapi setelah suami pergi, semua yang kami miliki sudah banyak terjual demi biaya pendidikan anak,” ujarnya

Ibu tiga anak ini mengaku, pernah menghubungi Sherly. Namun hingga kini tidak digubris. Dia juga mengaku malu menghubunginya kembali. Lantas, apa saja yang dijanjikan Sherly kepada ibu tersebut? “Bantu biaya sekolah anak dan kasih pekerjaan buat anak yang tua,” ungkap Ibu ini yang mewanti-wanti namanya agar tidak diekspose.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos saat dimintai konfirmasi perwakilan media terkait sejumlah keluhan dari keluarga korban Speed Boat Bela72 melalui whatsappnya tapi tidak merespon. (Red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *