Dinilai Istimewakan Kontraktor Dan Pengawas Nakal, Kapolda Malut Diminta Copot Kapolres Dan Kasat Reskrim

Kapolres dan Kasat Reskrim Halsel

TERNATE,LM.com- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol. Arif Budiman diminta mencopot jabatan Kapolres Halmahera Selatan AKBP. Hendra Gunawan.

Permintaan ini menyusul, Polres Halsel dibawa pimpinan Hendra Gunawan dan Kasat Reskrim IPTU. Wahyu terkesan diam atas dugaan kasus pencurian tanah di Desa Sumae.

Direktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Maluku Utara (Malut), Wahyudi M. Jen menyatakan, kontraktor dan pengawas lapangan melakukan pengerukan tanah tanpa izin dan dokumen teknis alias pencurian tanah di Desa Sumae, Kecamatan Bacan, untuk kepentingan penghijauan di Desa Kawasi Pulau Obi sudah harus di tindak, karena sejauh ini proses pengambilan tanah tidak memiliki izjin dan dilakukan secara ilegal.

“Proses pengambilan tanah di Desa Sumae tanpa sepengetahuan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa setempat secara ilegal  bisa dikategorikan kasus pencurian,”cetus Wahyudi kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Wahyudi menjelaskan, penegak hukum dalam hal ini Polres Halsel harusnya, sudah bisa mengambil langkah, karena bukti pencurian tanah sudah jelas di depan mata, bahkan proses pengerukan tanah sudah berlangsung kurang lebih satu bulan dan tanah yang dikeruk sudah di isi ke dalam karung.

“Tanah yang di isi ke dalam karung sudah menjadi bukti jelas jika ada perbuatan melawan hukum atas dugaan pencurian tanah. Ini harus di proses secara hukum terhadap pihak pihak terkait,”tambah Wahyudi

Jika Polres Halsel tidak mengambil langkah tegas, lanjut Wahyudi, Kapolda Malut sudah harus mengirim tim melakukan penyelidikan, karena Polres Halsel terkesan diam melihat kasus pencurian tanah di Desa Sumae.

“Kontraktor dan pengawasan lapangan terkesan di istimewakan oleh Polres Halmahera Selatan. Jadi, kami meminta pak Kapolda mencopot jabatan Kapolres, AKBP. Hendra Gunawan dan Kasat Reskrim, karena diduga melakukan pembiaran atas kasus pencurian tanah di Desa Sumae, Pulau Bacan”pungkasnya

Hingga berita ini dipublish belum ada tanggapan resmi dari pucuk Pimpinan Polres maupun Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Halmahera Selatan. (Red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *