Aksi May Day, Front Fakawale Siap Lumpuhkan Jalan Lalu Lintas Lingkar Tambang di PT. IWIP

Bagikan
Foto Simon Burnama

HALTENG,LM.com- Masyarakat Lingkar Tambang Waibulen, Lelilef dan sekitarnya yang tergabung dalam Front Fakawele Lingkar Tambang Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut), siap menggelar aksi turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, lima ratusan masa aksi yang terkonsolidasi siap memblokade seluruh akses dan pastikan Logistik PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tidak akan lolos sampai ke lokasi Perusahaan.

Kordinator Lapangan (Korlap) Front Fakawele (FF) Lingkar Tambang, Simon Burnama, mengatakan gerakan massa aksi (FF) akan melakukan protes dan kembali membanjiri sejumlah jalur lalu lintas lingkar tambang guna menyuarakan beberapa aspiras masyarakat serta tuntutan penting Ke PT. IWIP. yang sampai saat ini, janjinya belum di tepati. 

Simon selaku Tokoh Pemuda Sawai dan Korlap Front Fakawele, menyampaikan kepada Wartawan News.Liputan-Malut.com (Kamis 30 April 2026), melalui via telepn seluler mengatakan aspirasi masyarakat yang sudah di akomodir oleh PT IWIP diantaranya yaitu pekerjaan Water Treatment Plant (WTP), air bersih serta penanganan debu.

“Pasalanya, tuntutan lainnya yang diusung sepenuhnya belum ditanggapi serius oleh pihak PT. IWIP, oleh sebab itu, pergerakan aksi massa akan kembali kami lanjutkan tepat pada momentum hari buruh sedunia,” ujar Simon, via telepon.

Simon, menambahkan bahwa pergerakan dan perjuangan yang mereka bangun dengan tegas menuntut bukanlah mes karyawan sebagai fasilitas wajib perusahaan, melainkan akomodasi komersial seperti Tjeju dan fasilitas serupa yang dikelola sebagai usaha bisnis, keberadaan akomodasi ini dianggap telah mematikan usaha kos-kosan milik masyarakat lokal di wilayah lingkar tambang.

“Mirisnya Akomodasi itu berbeda dengan mes, mes itu hak karyawan sesuai perjanjian kerja. Akomodasi ini adalah bisnis perusahaan yang berdampak langsung pada UMKM lokal,” tandasnya.

Korlap (FF) Simon Burnama juga akan mendesak pihak Perusahaan dan Pemerintah Daerah, Kabupaten Halamahera Tengah (Halteng), agar segera buat program beasiswa diluar Negeri khusus mahasiswa Kab. Halmahera Tengah.

Terpisah, Hasan safrudin⁠ Ketua Karang Taruna, Woebulen, dalam hal ini akan menekankan ke Wakil Bupati, Halteng, Ahlan Jumadil, segera ada pergantian seng rumah milik Warga yang rusak akibat dari aktivitas perusahaan PT. IWIP.

Safrudin, juga menambahkan bahwa Program Kerja Corporate Social Responsibility (CSAR) juga tidak transparan seperti kewajiban perusahaan yang harus melibatkan masyarakat lingkar tambang (Ring 1 dan 2) dalam penyusunan program tahunan serta pembentukan yayasan pengelola CSAR oleh putra-putri daerah secara kolektif.

“Komitmen itu telah di sepakati secara bersama, Kami tidak akan berhenti sampai disini, karna menurut Front Fakawele (FF) Lingkar Tambang, poin yang digunakan belum sejalan dengan tuntutan, kami akan terus mengawal sampai tuntas,” Tutup Safrudin (pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!