Ambulans Laut Jadi Pajangan, Warga Keluhkan Layanan Kesehatan Di Kasiruta Barat

Sped Boat Puskesmas Kasiruta Barat

HALSEL,LM.com- Potret buram pelayanan kesehatan kembali mencuat dari Kecamatan Kasiruta Barat. Ambulans laut milik Puskesmas Palamea dilaporkan terbengkalai selama kurang lebih dua tahun terakhir, meninggalkan masyarakat pesisir dalam kondisi serba darurat tanpa akses transportasi medis yang layak.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, fasilitas vital tersebut sebelumnya menjadi satu-satunya harapan warga desa-desa kepulauan untuk mendapatkan rujukan cepat ke rumah sakit. Namun kini, kapal itu hanya menjadi “bangkai” di dermaga karena tak berfungsi, tak terurus, dan seolah dilupakan.

Warga setempat mengaku kondisi ini sangat memprihatinkan. Dalam situasi darurat seperti ibu melahirkan, pasien kritis, atau korban kecelakaan laut, mereka terpaksa menggunakan perahu seadanya dengan risiko tinggi.

“Kalau malam atau cuaca buruk, kami cuma bisa pasrah. Tidak ada ambulans laut, nyawa jadi taruhan,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap pengelolaan fasilitas kesehatan di tingkat daerah. Pasalnya, ambulans laut bukan sekadar aset, melainkan sarana penyelamat nyawa di wilayah kepulauan seperti Kasiruta Barat itu sudah tidak berfungsi lagi. 

Sejumlah warga menduga terbengkalainya ambulans tersebut disebabkan oleh lemahnya perawatan dan tidak adanya kejelasan anggaran operasional. Bahkan, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti mangkraknya fasilitas tersebut.

Lebih ironis lagi, di tengah gencarnya kampanye peningkatan layanan kesehatan, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Infrastruktur ada, namun tidak difungsikan. Program ada, tapi tak berjalan.

Pengamat lokal menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya soal pelayanan yang gagal, tetapi juga bentuk kelalaian serius yang bisa berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.“Ini bukan sekadar rusaknya kapal. Ini soal hilangnya akses hidup bagi warga pulau,” tegasnya.

Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan, untuk segera turun tangan. Mereka menuntut perbaikan atau pengadaan kembali ambulans laut agar pelayanan kesehatan bisa kembali normal.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil masih jauh dari harapan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Asiyah Hasym ketika di konfirmasi wartawan ihwal atau masalah keluhan tersebut tidak memberikan tanggapan (puput)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!