
Mustafa Fataha : “Jangan Sampai Nikel Terus Keluar, Tetapi Persoalan Rakyat Tetap Tinggal di Pulau Gebe”
PULAUGEBE,LM.com- Persoalan listrik dan air bersih kembali memantik keresahan masyarakat Pulau Gebe. Dalam aksi penyampaian aspirasi hari ini di Kantor Camat Weda Tengah, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, PLN, PDAM/Perumda, serta 5 perusahaan yang beroperasi di Pulau Gebe untuk segera mengambil langkah konkret.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan kebutuhan dasar sekaligus mempertanyakan sejauh mana kehadiran industri pertambangan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah penghasil sumber daya alam tersebut.
Keluhan warga bukan muncul tanpa konteks. Sehari sebelum aksi, warga Pulau Gebe juga menyampaikan kepada media bahwa persoalan air dan PLN telah menjadi masalah yang berlangsung lama dan meminta kepala daerah datang langsung melihat kondisi masyarakat.
Di tengah aktivitas pertambangan yang menjadi bagian penting dari perekonomian Halmahera Tengah, warga mempertanyakan mengapa persoalan mendasar seperti listrik dan air bersih masih menjadi keluhan.
Tokoh pemuda Mustafa Fataha menilai pemerintah tidak boleh melihat pembangunan hanya dari angka produksi, investasi, atau penerimaan ekonomi.

Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan juga harus terlihat dari kehidupan masyarakat sehari-hari. “Jangan hanya melihat berapa banyak nikel yang keluar dari Pulau Gebe. Lihat juga bagaimana kehidupan masyarakat yang tinggal di sini. Kalau listrik dan air masih menjadi persoalan, maka pemerintah dan perusahaan harus duduk bersama mencari jalan keluarnya.”
Mustafa juga meminta perusahaan yang beroperasi di Pulau Gebe lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam persoalan infrastruktur dasar, sesuai kewajiban dan ketentuan yang berlaku. (Ikhy)