Peringatan Keras PUSKASNAS. Telaga Rano : Antara Harapan Energi Dan Kewaspadaan Rakyat

Flayer Foto Berita

Ikbal Hayat : “Belajar dari Pengalaman Investasi Sebelumnya, Jangan Sampai Janji Besar Berakhir dengan Kekecewaan Rakyat”.

JAKARTA,LM.com– Rencana pengembangan proyek energi panas bumi di kawasan Telaga Rano memicu perdebatan di tengah masyarakat. Ketika pemerintah daerah menyambut investasi tersebut sebagai peluang memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, Pusat Studi Kajian Kebijakan Strategis Nasional (Puskasnas) justru menyatakan penolakan serta menyerukan agar proyek tersebut dikaji secara lebih kritis.

Direktur Eksekutif Puskasnas, Ikbal Hayat menilai masyarakat Maluku Utara memiliki alasan kuat untuk bersikap waspada. Menurutnya, pengalaman dari berbagai proyek investasi besar sebelumnya menjadi pelajaran penting yang tidak boleh diabaikan.

“Jangan sampai masyarakat kembali terlena oleh janji investasi yang terdengar indah di awal, tetapi pada akhirnya tidak menghadirkan kesejahteraan yang sebanding bagi daerah penghasil,” ujar Ikbal Hayat

Belajar dari Masa Lalu

Dalam keterangannya, Ikbal Hayat menyinggung sejumlah investasi besar yang pernah masuk ke Maluku Utara, seperti kawasan industri nikel IWIP, PT Feni Haltim, hingga Harita Group. Ia berpendapat bahwa berbagai proyek tersebut masih menyisakan perdebatan mengenai pemerataan manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar munculnya sikap kritis terhadap setiap investasi baru, termasuk proyek panas bumi Telaga Rano.

“Yang dikhawatirkan masyarakat bukan sekadar proyeknya, tetapi bagaimana tata kelolanya. Jangan sampai kekayaan alam terus dimanfaatkan tanpa menghasilkan manfaat yang dirasakan secara adil oleh masyarakat Maluku Utara,”tambah Ikbal

Bukan Karena Kurang Informasi

Puskasnas juga menanggapi anggapan bahwa penolakan masyarakat terjadi karena minimnya pemahaman terhadap proyek panas bumi.

Menurut organisasi tersebut, kekhawatiran yang berkembang justru lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam menghadapi berbagai proyek pengelolaan sumber daya alam.

“Masyarakat sudah cukup dewasa untuk menilai. Mereka tidak hanya melihat presentasi investasi, tetapi juga melihat hasil nyata yang selama ini dirasakan di lapangan,” kata Ikbal Hayat

Minta Pemerintah Utamakan Transparansi

Puskasnas meminta pemerintah daerah memastikan setiap tahapan proyek dilakukan secara terbuka, melibatkan masyarakat sejak awal, serta menjamin perlindungan terhadap lingkungan dan ruang hidup warga.

Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memastikan adanya manfaat yang terukur bagi masyarakat, mulai dari kesempatan kerja, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, hingga kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Investasi Harus Menghadirkan Keadilan

Puskasnas menegaskan bahwa sikap mereka bukan merupakan penolakan terhadap pembangunan ataupun investasi secara umum.

Organisasi tersebut menyatakan mendukung investasi yang memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, keberlanjutan lingkungan, penghormatan terhadap hak masyarakat, dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi daerah.

“Masyarakat Maluku Utara tidak menolak kemajuan. Yang ditolak adalah apabila pembangunan hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat di sekitar proyek tidak memperoleh manfaat yang sepadan,” tegas Ikbal Hayat

Dengan pernyataan tersebut, Puskasnas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal setiap rencana investasi secara kritis dan konstruktif, agar pembangunan energi di Maluku Utara tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan lingkungan bagi generasi yang akan datang. (Red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *