
SOFIFI,LM.com- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaksanakan rapat bersama terkait evaluasi kegiatan Dinas ESDM Tahun 2025-2026.
Dalam rapat evaluasi tersebut, Plt Kepala Dinas ESDM, Abdul Karim Usman, menegaskan bahwa Program utama Dinas ESDM Tahun 2025 adalah program rasio elektrifikasi dan bauran energi, kemudian juga kegiatan Mineral Batu Bara dan Geologi untuk Maluku Utara, terdapat dua Kabupaten yang masih tertinggal secara Rasio Elektrifikasi (RE) yaitu Kabupaten Halmahera Selatan dan Pulau Taliabu.
“Instruksi Gubernur Sherly Tjoanda, program pasang baru listrik, dilaksanakan di sepuluh Kabupaten/Kota, untuk meningkatkan Rasio Elektrikfikasi (RE),” ujar Abdul Karim, Rabu (6/5/2026)
Menurutnya, dari sepuluh Kabupaten/Kota, dua di antaranya Halmahera Selatan dan Pulau Taliabu, dari aspek rasio dan sisi pelayanan kelistrikan masih jauh di bawah standar, di bandingkan dengan Kabupaten lainnya, sehingga perlu adanya intervensi langsung dari Pemerintah, melalui Program pasang baru oleh Dinas ESDM.
“Secara teknis jumlah datanya saya tidak hafal, tapi yang pastinya terbesar itu ada di dua Kabupaten, yaitu Halmahera Selatan dan Pulau Taliabu untuk meningkatkan rasio elektrikfikasinya,” tambah Karim
Pihaknya kara Said juga mensuport kegiatan APBN yang berkaitan dengan PBL, dari pelaksana keduanya berbeda, untuk kementrian ESDM pelaksananya langsung dari PLN dan kami di Daerah di suport oleh Gubernur, dengan penganggaran 2,5 milyar. Penganggaran tersebut di khususkan bagi masyarakat yang belum tersentu listrik.
“Pemasangan meteran baru juga langsung di sedia bonus pulsa 100 per rumah, dengan total keseluruhan Tahun 2026 pemasangan baru Listrik (PBL) di angka 500 rumah, dari Halmahera Utara hingga Pulau Taliabu,” tegasnya (pan)