
TERNATE,LM.com- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bosoeri Ternate belum lama ini mengalami kehilangan kabel instalasi karena dicuri oleh orang tak dikenal (OTK).
Informasi yang diperoleh Media ini menyebutkan bahwa pencurian terjadi di lingkungan rumah sakit telah menyasar kabel instalasi RSUD dan kerugian akibat pencurian ini ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Wakil Direktur Keuangan RSUD Chasan Boesori Ternate, Agung saat dikonfirmasi Redaksi Liputan Malut sebelumnya terkait kasus pencurian itu dia membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. “Iya benar, dan sekarang sudah dalam proses di Polres,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Media ini
Namun demikian, Agung enggan merinci lebih jauh mengenai kronologi kejadian maupun nilai kerugian. Ia menyarankan agar informasi lebih lanjut diperoleh melalui Bagian Umum RSUD. “Kami kurang tahu pastinya, hubungi Kabag Umum,”tambah Agung
Terpisah Kasat Reskrim Polres Kota Ternate, AKP. Bakry Syahruddin ketika di konfirmasi Media ini, Jumat (05/07/2026) pecan kemarin mengatakan, untuk kasus pencurian kabel RSUD sejauh ini blm di temukan titik terang siapa pelakunya. Namun proses mencari informasi terkait petunjuk atas kejadian tersebut, tetap terus kami lakukan.
“Termasuk melakukan kordinasi dengan Polres-Polres wilayah Maluku Utara terkait pencurian kabel yang terjadi di wilayah mereka dengan harapan adanya keterkaitan dengan pencurian kabel yang di alami oleh RSU Ternate,”tandasnya
Menanggapi hilangnya Kabel instalasi RSUD Chasan Bosori ini, Ketua Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara, Sarjan H Rivai kepada Media ini mengatakan, kasus hilangnya kabel instalasi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesori ini sejak tahun 2025 lalu dan hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini belum ada kejelasan.
“Kami minta Gubernur Maluku Utara evaluasi Management RSUD Chasan Bosoiri untuk memastikan siapa rekanan yang menangkan tender pengadaan kabel instalasi di RSUD Ternate. Sebab, tidak.mungkin barang yang dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dibiarkan hilang begitu saja,”pinta Sarjan (Red)