
HALTENG,LM.com- Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa kembali mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan Mahasiswa. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Sufrin Ridja, Mahasiswa Program Doktoral (S3) Ilmu Hukum Universitas Jayabaya sekaligus Sekretaris Jenderal Forum Mahasiswa Pascasarjana Halmahera Tengah (Formapas Halteng).
Menurut Sufrin, pendidikan merupakan instrumen strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, keberpihakan pemerintah terhadap sektor pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Halmahera Tengah.
Ia menilai kepemimpinan Bupati Halmahera Tengah Dr. Ikram Malan Sangadji, M.Si bersama Wakil Bupati Ahlan Jumadil telah menunjukkan komitmen nyata melalui keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa asal Halmahera Tengah.
“Program beasiswa ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi merupakan bentuk nyata visi pembangunan manusia yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama,” ujar Sufrin dalam keterangannya kepada Liputan Malut, Jumat (19/6/2026).
Selain memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Sufrin juga menyoroti peran penting Bagian Organisasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang dinilai konsisten mengawal seluruh proses administrasi, koordinasi, dan fasilitasi program beasiswa.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan daerah, tetapi juga pada kinerja birokrasi yang menjalankan program tersebut secara efektif, transparan, dan akuntabel.
“Bagian Organisasi telah menunjukkan dedikasi yang baik dalam memastikan program beasiswa berjalan tertib dan tepat sasaran. Ini merupakan bentuk pelayanan publik yang patut diapresiasi,” katanya.
Implementasi Nilai Fagogoru
Lebih lanjut, Sufrin menilai program beasiswa daerah juga merupakan implementasi nyata nilai-nilai Fagogoru, falsafah hidup masyarakat Halmahera Tengah yang menekankan persaudaraan, solidaritas sosial, gotong royong, serta tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan masyarakat.
Menurutnya, dalam perspektif Fagogoru, keberhasilan seseorang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi keberhasilan kolektif masyarakat.
“Ketika pemerintah membantu mahasiswa memperoleh pendidikan yang layak, sesungguhnya pemerintah sedang menjalankan nilai dasar Fagogoru, yaitu memastikan tidak ada anak daerah yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi jembatan penting yang menghubungkan cita-cita individu dengan kemajuan bersama masyarakat Halmahera Tengah.
Investasi Jangka Panjang Daerah
Dalam pandangan akademiknya sebagai mahasiswa doktoral Ilmu Hukum, Sufrin menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pendidikan, tata kelola pemerintahan yang baik, dan kearifan lokal merupakan model pembangunan daerah yang ideal.
Program beasiswa yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah melalui penerapan nilai-nilai Fagogoru dalam kebijakan publik.
Atas dasar itu, Formapas Halteng menyampaikan penghargaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah serta seluruh jajaran Bagian Organisasi yang telah bekerja secara konsisten menjaga keberlanjutan program beasiswa.
“Komitmen ini merupakan investasi jangka panjang yang kelak akan melahirkan generasi intelektual, profesional, dan pemimpin daerah yang berintegritas,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Sufrin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan semangat Fagogoru sebagai landasan pembangunan Halmahera Tengah.
“Kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui kekayaan sumber daya alam, tetapi juga melalui kualitas manusia yang berpendidikan, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya (Red)