
SOFIFI,LM.com- Aktivitas tempat biliar bertempat di belakang pangkalan Bentor, Taman dan pasar Galala, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan (Tikep) masih terus berlangsung seperti aktifitas biasanya, mesti aktifitas tersebut telah dikeluhkan oleh Ketua BPD dan pengurus Masjid tetapi pemlik Biliar justru tidak mengindahkan keluhan tersebut.
Berdasarkan penelusuran media ini, dilapangan pada saat mendatangi tempat biliar tersebut untuk meminta keterangan atau konfirmasi ke pemilik Biliar. Namun, pada saat di lokasi wartawan media ini melihat dugaan adanya permainan biliar sambil main kartu dan diduga minum-minuman keras, seperti yang disampaikan warga sebelumnya.
Pemilik Biliar, Verno saat dikonfirmasi wartawa newsliputanmalut.com dia mengatakan ia hanya sebatas buka biliar, biasanya orang sewa meja dan siapa kalah bayar meja per koin Rp 5000 (Lima Ribu Rupiah).
“Iya dorang kalo main kartuk, saya kan hanya jual koin, dorang (mereka) beli saya kasih kaluar koin, kalo jual disini minum disini trada, dong minum diluar baru kamari main, kita mo kasih mati kita pe tampa usaha kalo kita jual minuman,” ujar Verno kepada awak media, Kamis, (3/9/2026).
Selain itu, Verno juga menyampaikan untuk perizinan baru sebatas rekomendasi dari desa, selain Desa, ia juga minta izin dari pihak anggota Polda.
“Iya izin itu rekomendasi dari Desa, dan sementara ini saya minta pihak dari Intel bikin izin keramaian, selain itu saya juga minta bantu anggota Polda, cuman dia bilang tunggu dia pulang dari luar,” tambah Verno
Sehingga warga Desa Galala dan sekitar areal pasar Galala mendesak kepada aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Oba Utara, agar segera bertindak sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Sebab, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memberantas peredaran minuman keras ilegal termasuk jenis Cap Tikus, sebagai pemicu sering terjadinya perkelahian dan sebagainya.
Wartawan media ini minta nama oknum anggota Polda yang diduga akan membuat izin Biliar. Namun, Verno sebagai pemilik biliar tak memberitahukan nama oknum anggota tersebut, ia hanya mengatakan teman. (opan)