
TERNATE,LM.com- Pemeriintah Provinsi Maluku utara di bawah pimpinan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos harus mengambil sikap tegas guna menertibkan kepala dinas yang nakal yang masi main-main dan mengatur dana hibah
Koordinator Lembaga Pengawasan Independen Maluku Utara, Rajak Idrus mengatakan, Gubernur Malut di ingatkan supaya menegur beberapa kepala dinas yang masi main-main dengan Dana hibah.
“Hasil investigasi LPI Maluku Utara Menemukan beberapa bukti pengusulan dalam bentuk profosal ada sembila (9) organisasi di Maluku Utara yang mengajukan bantuan dalam bentuk tunai dan bantuan itu melekat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi,”tandas Rajak
Menurut Jeck sapaan akrab nya, pihaknya sudah krosek organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan besaran usulan dalam prosal merinci 9 prosal yang di usulkan dan yang paling besar adalah Rp2 milyar, yang paling kecil Rp1,3 milyar.
“Enam (6) oraganisasi sudah lolos dalam ferivikasi dengan alasan karena di lampirkan dengan dokumen SK Menkumham. Namun, 3 oraganisasi lain belum di masukan data dukungan sehingga belum masuk daftar. Jadi, jami masih tetap pantau apa 3 oragnisasi lolos atau tidak,”ujar Rajak
Terhadap temuan itu, LPI mengingatkan agar Gubernur tegas dan batalkan yang bantuan dana hibah dalam bentuk tunai. “Saya minta dan desak Gubernur hentikan bantuan hibah dalam bentuk tunai, harus melalui mekanisme melalui perbankan,”pungkasnya
Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Utara, Armin Zakaria ketika di konfirmasi Redaksi Media ini via whatsApp, Armin mengatakan berkaiatan dengan dana hibah ada tim verifikasi di Kesbangpol yang melakukan verifikasi kalo ada titipan pasti di verufikasi ketahuan lalu yang di maksud titipan ini titipan dari sapa untuk kemas apa karena tim verifikasi sementara melakukan riwiew ulang mengikuti MCSP KPK.
“Jadi, kalo ada yang tidak sesuai SOP pemberian hibah akan di batalkan jadi di kesbang sangat ketat melakukam riwiu dan ferivikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Saya mau tanya bapa dapat info berkaitan dengan hibah ini sumbernya dari siapa karena ada yang sebar berita bohong hoax yg di lakukan staf nama dayat ke beberapa media,”pungkasnya (Red)