BreekingNews.! Keuntungan Ratusan Triliun, Janji PT. IWIP Hadirkan Bus Sekolah Diduga Hoax

Flayer Foto Berita

Direktur PUSKASNAS, Ikbal Hayat : PT. IWIP Jangan hanya Janji Manis, Siswa Lingkar Tambang Masih Jalan Kaki

HALTENG,LM.com- Di tengah gemerlap industri nikel dan geliat investasi di kawasan Weda, sebuah pertanyaan serius muncul dari lingkungan pendidikan masyarakat lingkar tambang: di mana bus sekolah yang pernah dijanjikan.

Persoalan tersebut kini menjadi sorotan Pusat Studi Kajian Kebijakan Strategis Nasional (PUSKASNAS). Organisasi ini mendesak PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tidak berhenti pada publikasi program sosial di media sosial, tetapi menunjukkan bukti nyata manfaat kehadiran industri bagi masyarakat sekitar.

Sorotan terutama datang dari SMP Negeri 13 Halmahera Tengah, kawasan Trans Kobe, Desa Woejarana.

Menurut keterangan perwakilan guru, Defida Indah, pihak sekolah sebelumnya mendapat informasi mengenai rencana penyediaan bus sekolah oleh PT IWIP. Namun, hingga laporan ini diterbitkan, bus yang dijanjikan disebut belum terealisasi.

Kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena sebagian siswa berasal dari wilayah yang cukup jauh. Siswa dari kawasan seperti Dusun Lukulamo disebut harus menempuh perjalanan hingga sekitar 13 kilometer untuk mencapai sekolah.

Bagi anak-anak, perjalanan sejauh itu bukan sekadar persoalan jarak. Ada waktu, keselamatan, kondisi jalan, cuaca, hingga risiko kelelahan yang harus mereka hadapi sebelum dan sesudah mengikuti proses belajar.

Aktivitas industri pun menjadi perhatian lain yang disorot oleh pihak sekolah dan masyarakat.

Sekolah Dekat Kawasan Industri,  Aktivitas Kendaraan dan Karyawan di Keluhkam Menggangu

Persoalan transportasi bukan satu-satunya masalah. Sekolah disebut berada sekitar 300 meter dari kawasan aktivitas pertambangan dan industri. Aktivitas kendaraan berat serta mobilitas industri di sekitar wilayah tersebut dikeluhkan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Akses jalan di sekitar Kilometer 15 dan Kilometer 17, termasuk jalur menuju kawasan industri, juga disebut mengalami kerusakan dan menghasilkan debu ketika kendaraan berat melintas.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, dampaknya tidak hanya menyangkut kenyamanan warga, tetapi berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar dan kualitas lingkungan pendidikan.

Karena itu, kondisi lingkungan sekolah, termasuk persoalan debu, kebisingan, keselamatan lalu lintas kendaraan berat, serta kualitas akses jalan, dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Jangan Hanya Bicara SSR dan Media Sosial

Direktur PUSKASNAS, Ikbal Hayat, menyampaikan teguran keras kepada manajemen PT IWIP. Sebab, ia menilai SMP Negeri 13 Halmahera Tengah perlu mendapat perhatian lebih serius karena berada di kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas industri.

“Kami meminta PT. IWIP bersungguh-sungguh memperhatikan pendidikan di sekitar wilayah operasi. Jangan sampai masyarakat hanya melihat besarnya aktivitas industri, sementara kebutuhan dasar anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak justru terabaikan.”

Menurutnya, keberadaan industri semestinya memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Kalau memang bus sekolah sudah dijanjikan, wujudkan. Kalau jalan menjadi persoalan, bantu mencari solusi. Kalau debu dan aktivitas industri mengganggu sekolah, lakukan langkah perlindungan yang konkret. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan janji,” tegasnya

Persoalan di SMP Negeri 13 disebut bukan berdiri sendiri.

Wilayah seperti Desa Woejarana, Woekob, Kulo Jaya, Dusun Lukulamo, Leleilef, Woyabulen hingga kawasan Sawai merupakan wilayah yang bersentuhan dengan perkembangan industri dan aktivitas ekonomi di wilayah Weda Tengah.

Karena itu, masyarakat berharap pertumbuhan industri tidak hanya terlihat dari pembangunan pabrik dan peningkatan aktivitas produksi.

Sekolah juga harus tumbuh. Jalan masyarakat harus layak, transportasi siswa harus aman. Lingkungan harus terlindungi. Sebab, ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa besar produksi yang dihasilkan, tetapi juga seberapa besar masyarakat di sekitar kawasan industri merasakan manfaatnya.

“Kapan bus sekolah yang pernah dijanjikan akan direalisasikan. Apakah kerusakan akses jalan di sekitar sekolah akan diperbaiki. Bagaimana langkah perusahaan memastikan aktivitas industri tidak mengganggu lingkungan pendidikan,”tegas Ikbal 

Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak sekolah dan pernyataan PUSKASNAS maka Redaksi Media  ini  masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Management PT. IWIP untuk mendapatkan tanggapan maupun klarifikasi terkait persoalan tersebut. (Red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *