
JAKARTA,LM.com- Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di wilayah Maluku Utara dilaporkan mencapai level yang mengkhawatirkan. Praktik ini diduga melibatkan sindikasi terorganisasi yang memanfaatkan celah pengawasan di jalur logistik utama, khususnya Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PB Formalut Jakarta, Gio Rugery Djoma menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Halmahahera Selatan (Halsel) diduga kuat menjadi pintu masuk utama bagi ribuan karton rokok ilegal sebelum didistribusikan ke seluruh pasar di daratan Halmahera.
“Kebocoran pendapatan Negara akibat peredaran rokok tanpa cukai ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Praktik ini tidak hanya merusak peta persaingan usaha yang sehat, tetapi juga secara langsung merampok potensi penerimaan kas negara dari sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT) dalam skala masif,” ujar Gio dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Didinyalir Lemahnya Pengawasan Keamanan
Gio turut mengkritisi lemahnya pengawasan keamanan laut dan pelabuhan di wilayah Maluku Utara. Menurutnya, masuknya komoditas ilegal dalam volume besar menunjukkan adanya lubang besar dalam sistem proteksi wilayah yang dikelola oleh instansi negara.
“Kami mempertanyakan efektivitas institusi negara yang dibiayai oleh APBN. Bagaimana mungkin distribusi barang ilegal dalam skala sebesar ini bisa lolos tanpa terdeteksi? Ini bukan lagi sekadar urusan pedagang kecil, melainkan indikasi adanya sindikasi yang rapi dan terencana,” tegasnya
Ia menambahkan, kondisi ini sangat memprihatinkan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Pihaknya mendesak Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara, Polres Halmahera Selatan (Halsel) dan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara untuk mengambil langkah tegas guna memutus rantai logistik tersebut.
Bakal di Jadikan Issu Nasional
Persoalan ini rencananya akan dibawa oleh PB Formalut Jakarta ke tingkat nasional sebagai materi krusial maka pihaknya tengah menyiapkan laporan resmi untuk disampaikan kepada Markas Besar (Mabes) Polri serta Presiden Republik Indonesia sebagai kepala Negara.
“Jika aparat penegak hukum tidak segera memutus jalur logistiknya, negara bukan hanya rugi secara finansial. Wibawa hukum kita saat ini tengah dipertaruhkan di hadapan mafia rokok,” kata Gio menutup pernyataannya
Sementara itu, Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT) melontarkan peringatan keras kepada Kapolda Maluku Utara yang baru terkait maraknya peredaran rokok ilegal yang dinilai telah menggurita dan secara terbuka.
Ketua SMIT, Mesak Habari menegaskan bahwa kondisi ini telah memasuki tahap darurat dan menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Kapolda Maluku Utara dalam menegakkan hukum secara tegas dan tanpa kompromi.
“Peredaran rokok ilegal ini sudah berlangsung lama, masif, dan terbuka. Ini bukan lagi pelanggaran biasa, tetapi sudah mengarah pada praktik terorganisir. Kalau tidak segera ditindak, ini akan semakin merusak wibawa hukum,” kata Mesak
SMIT secara khusus menyoroti Kabupaten Halmahera Utara, terutama jalur distribusi melalui Pelabuhan Tobelo yang diduga menjadi pintu utama masuknya rokok ilegal, begitu juga dengan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) aktivitas tersebut telah berlangsung lama dan menjadi pengetahuan umum di masyarakat.
Menurut Mesak, situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap kinerja aparat, khususnya Kapolres Halmahera Utara dan Halmahera Selatan (Halsel) yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam menghentikan praktik ilegal.
“Kami mempertanyakan keseriusan aparat. Aktivitas sebesar ini mustahil tidak terdeteksi. Jika dibiarkan, publik berhak menilai ada pembiaran,”ujarnya
Ketua SMIT juga mendesak Kapolda Maluku Utara untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran di wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Selatan (Halsel) ubtuk, menindak tegas oknum yang terbukti lalai atau terlibat, serta melakukan operasi besar untuk memutus jaringan distribusi rokok ilegal.
“SMIT tidak akan jadikan ini sebagai wacana. Jika aparat tidak bergerak, maka SMIT yang akan bergerak. Aksi ke Mabes Polri adalah langkah yang sedang kami siapkan,” tutup Mesak (Red)