Sikapi Kasus Keracunan di PT BPN. Mahasiwa Halteng Siap Geruduk Kementrian ESDM

Mahasiswa di Depan kantor ESDM

JAKARTA,LM.com-  Sebanyak 69 karyawan PT. Temporess International Divelery (TID) kontraktor BPN dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang disajikan pihak perusahaan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 49 karyawan kini tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sagea, sementara 20 orang lainnya ditangani oleh tim medis internal PT TID.

Kepala Puskesmas Sagea, Agusthina Pare, S.Tr.Keb, mengungkapkan bahwa para korban datang dengan kondisi fisik yang melemah akibat gejala klinis yang serupa.

“Dugaan sementara para karyawan itu keracunan makanan. Dari kejadian itu, puluhan karyawan mengalami mual, muntah, dan buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali,” jelas Agusthina

Mensnggapi kasus keracuan itu, Aliansi Mahasiswa Halmahera Tengah di Jakarta, Selasa (12/05/2026) besok akan mengekar aksi di Kementerian Energy Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dan kantor pusat PT. BPN (Bakti Pertiwi Nusantara). Aksi itu bertujuan untuk mendesak Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mencabut IUP PT. Bakti Pertiwi Nusantara dari Halmahera Tengah. 

Kordinator aksi, Rias Marsaoli melalui rilish yang dikirim ke media ini menuturkan bahwa, masalah keracunan ini sudah berulang kali terjadi di PT. BPN sehingga patut diduga perusahaan tersebut melanggar ketentuan k3 dan UU ketenagakerjaan. “Jadi, kami Mahasiswa Halmahera Tengah bakal meminta kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera mencabut IUP PT. Bakti Pertiwi Nusantara,”tandasnya (pan)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!