Menteri Kebudayaan Hadiri Pengukuhan Pengurus HIKMU Jakarta 2026-20231.

Flayer Foto Berita

JAKARTA,LM.com- Pengukuhan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Periode 2026–2031 di Auditorium Gedung BRIN, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026), berlangsung meriah. Berdasarkan informasi penyelenggara, kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Kehadiran Menteri Kebudayaan disebut menjadi salah satu momentum penting dalam agenda pengukuhan kepengurusan baru HIKMU. Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan Pagelaran Seni dan Budaya Maluku Utara yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, musik, tarian, serta kearifan lokal Maluku Utara.

HIKMU Bangkit Menuju Perubahan

Mengusung tema “HIKMU Bangkit Menuju Perubahan”, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menjadi momentum konsolidasi keluarga besar Maluku Utara di perantauan.

Sejumlah unsur masyarakat Maluku Utara disebut hadir dalam kegiatan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pengusaha, pemuda hingga mahasiswa.

Pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 juga menandai dimulainya masa kepemimpinan baru HIKMU di bawah H. Askan Naim, S.Sos., M.H.

Pagelaran Seni Budaya Jadi Higligh

Selain prosesi organisasi, pagelaran seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan.

Beragam pertunjukan seni tradisional Maluku Utara dihadirkan untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah masyarakat perantauan.

Kehadiran seni budaya dalam agenda HIKMU juga memperlihatkan bahwa organisasi masyarakat perantauan tidak hanya berorientasi pada aspek sosial dan silaturahmi, tetapi dapat menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam berbagai kesempatan bahwa kebudayaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat identitas dan persatuan bangsa. Dalam sebuah pernyataan pada Agustus 2026, Fadli menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan untuk mempersatukan Indonesia.

Dalam informasi yang disampaikan penyelenggara, Menteri Kebudayaan memberikan apresiasi terhadap peran organisasi masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah.

“HIKMU bukan sekadar organisasi perantauan — ini rumah persaudaraan, penjaga identitas, dan kekuatan untuk membawa Maluku Utara semakin maju.”

Pesan tersebut menempatkan kebudayaan bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat mempererat hubungan antargenerasi dan memperkuat kontribusi masyarakat Maluku Utara di perantauan.

Kementerian Kebudayaan sendiri pada 2026 mendorong penguatan ekosistem budaya melalui perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan, termasuk pengembangan seni pertunjukan, musik, sastra, film, serta berbagai bentuk ekspresi budaya.

Pengukuhan Pengurus HIKMU periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal bagi penguatan organisasi sebagai wadah persaudaraan masyarakat Maluku Utara di seluruh Indonesia.

Kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperluas kontribusi sosial, memperkuat jaringan antardaerah, serta membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya dan pembangunan daerah asal.

“Mari ajak seluruh keluarga besar Maluku Utara — di mana pun berada, kita satu darah, satu budaya, satu tujuan: membangun daerah asal dan memajukan persaudaraan kita.”

Momentum pengukuhan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan masyarakat Maluku Utara di perantauan dapat menjadi kekuatan strategis untuk menjaga persaudaraan, identitas budaya, dan kontribusi bagi pembangunan daerah. (Ikhy)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *